Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan arah baru dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).Hal itu ditunjukkan dengan memastikan sistem seleksi terbuka untuk jabatan Eselon II dan beauty contest untuk Eselon III akan diakhiri.
“Kebijakan ke depan, pengembangan karier dan promosi jabatan ASN sepenuhnya akan berbasis Manajemen Talenta ASN,” terang Kepala Diskominfotik NTB Ahsanul Khalik, Selasa (13/1).
Sebagai tahapan transisi, seleksi terbuka digunakan untuk terakhir kalinya, dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) yang saat ini masih kosong. Kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen kuat kepala daerah, dalam menegakkan sistem merit di lingkungan birokrasi.
Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat.
“Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN yang berbasis kinerja dan potensi. Ini lebih adil bagi ASN sekaligus menguntungkan organisasi,” tegas pria yang juga juru bicara Pemprov NTB tersebut.
Melalui penerapan Manajemen Talenta ASN, Pemprov NTB akan menggunakan pemetaan talenta atau talent mapping.
Dilakukan dengan pendekatan 9-Box, sebagai dasar pengambilan keputusan karier.
ASN akan dinilai secara objektif berdasarkan kinerja nyata dan potensi pengembangan yang dimiliki. Sistem ini juga dirancang untuk menjamin regenerasi kepemimpinan
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.